Minggu, 20 Desember 2009

Apakah Konstelasi Bintang Itu?

. Minggu, 20 Desember 2009
1 komentar


     Pernahkah anda menatap kepada bintang-bintang di langit dan memperhatikan bentuk susunannya? Ada yang berbentuk segi empat, ada yang menyerupai huruf-huruf, atau bentuk lukisan tertentu yang anda kenal, bukan? Hampir di setiap bagian dunia ini orang telah berabad-abad lamanya memperhatikan hal ini. Lalu mereka memberi nama kepada setiap gugusan bintang yang mereka saksikan itu. Gugusan bintang semacam itu disebut satu "konstelasi", yang berasal dari istilah bahasa Latin "Stella" yang artinya "bintang" dan "con" artinya "bersama".
     Nama-nama konstelasi yang kita gunakan sekarang ini kita warisi dari zaman abad kejayaan kerajaan Romawi, bahkan ada pula dari zaman Yunani kuno. Bangsa Yunani pun mengambil alih ilmu perbintangan itu sebagian besar dari bangsa Babilonia.
     Bangsa Babilonia memberi nama kepada susunan bintang-bintang yang berbentuk lukisan tertentu itu menurut nama hewan, nama raja atau ratu, serta nama pahlawan yang terdapat dalam mitos mereka. Kemudian bangsa Yunani ini banyak merobah nama-nama yang berbau Babilonia itu dengan nama-nama pahlawan bangsa mereka sendiri, seperti Herkules, Orion, Perseus. Selanjutnya bangsa Romawi melakukan perubahan lagi. Tetapi nama-nama kuno yang sama tetap mereka pertahankan. Cuma tidaklah selalu mudah bagi kita untuk mengenali bentuk susunan bintang-bintang itu di cakrawala sesuai dengan nama julukannya itu. Kita ambil misalnya Aquila, suatu konstelasi yang condong bentuknya pada lukisan burung garuda. Sedangkan, Cannis Besar dan Cannis Kecil adalah susunan bintang yang menyerupai bentuk anjing besar dan anjing kecil. Selain itu, Libra misalnya melambangkan bentuk timbangan. Namun konstelasi -  konstelasi ini nampaknya kurang begitu mirip dengan bentuk lukisan yang diwakili oleh namanya itu.
      Kira-kira pada tahun 150 Masehi ahli ilmu falak yang tersohor bernama Ptolomeus telah berhasil membuat satu daftar yang berisi 48 macam konstelasi yang pernah ia tanggapi. Tentu saja daftar ini belum lengkap, karena belum meliputi isi seluruh cakrawala alam semesta ini. Masih terdapat banyak kekosongan yang dilampauinya. Maka pada abad - abad belakangan ini, para ahli astronomi menarnbahkan sejumlah konstelasi lagi untuk melengkapi daftar yang dibuat Ptolemeus itu. Beberapa konstelasi yang mutahir telah diberi nama berdasarkan alat-alat ilmiah seperti Sekstan, Kompas, Mikroskop. Sekarang ini para ahli astronomi mengenal 88 buah konstelasi di ruang angkasa.
     Sebuah konstelasi pada hakekatnya adalah suatu wilayah di ruang angkasa. Ini berarti bahwa setiap bintang itu mesti terletak pada salah satu konstelasi, tak bedanya dengan sebuah kota di Amerika Serikat, yang tergabung dalam satu wilayah negara bagian tertentu. Batas antara satu konstelasi dengan konstelasi yang lainnya biasanya tidak tertentu bentuknya. Kebanyakan di antaranya berbentuk garis lengkung. Tetapi pada tahun 1928 para sarjana astronomi mengambil keputusan untuk meluruskan batas garis yang lengkung itu, sehingga lukisan yang diwakili oleh satu konstelasi itu hanyalah yang terdapat daiam lingkungan garis yang lurus itu.

1 komentar:

Anonim mengatakan...

thanks infonya ya.. :)

 
 
 
 
Using Xclear | Bloggerized by Themescook | Edited by Leonheart